Oleh: blackknight5675 | September 6, 2008

BUDIDAYA CABAI MERAH


cabe-kriting1I. SYARAT TUMBUH

Cabai pada umumnya dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) ± 2000 meter dari atas permukaan air laut (dpl) yang mempunyai iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Cabai besar akan lebih sesuai bila ditanam di daerah kering berhawa panas (± 30° C). Keadaan tanah yang ideal untuk tanaman cabe adalah yang subur, gembur, kaya akan bahan organik dan tidak mudah becek (menggenang),serta bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah (Rukmana, 1996).Struktur tanah yang paling cocok untuk tanaman cabai adalah tanah dengan struktur remah .pH yang cocok antara 6,0-7,0.

II. TEKNIK BUDIDAYA

Teknik budidaya cabai merah meliputi persiapan dan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan pemanenan.

a. Persiapan dan pengolahan lahan

Pada tahap persiapan lahan dibersihkan dari sisa tanaman atau perakaran tanaman sebelumnya, untuk kemudian diolah dan dikeringkan sampai beberapa hari (7 – 14 hari). Untuk selanjutnya dibuat bedeng-bedeng sebagai media tanam. Panjang bedeng sekitar 12 m, dengan lebar 110 cm – 120 cm, tinggi 40 cm -50 cm. Antara dua bedeng dibuat parit untuk memasukan dan mengalirkan air. Tahap berikutnya adalah pemberian pupuk kandang dan kapur pertanian yang dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan, kemudian dibiarkan diangin-anginkan selama ± 2 minggu.

b. Penyemaian

Benih cabai disemaikan dengan menggunakan koker yang terbuat dari daun pisang atau polybag kecil ukuran 8 x 10 cm. Koker diisi dengan media semai merupakan campuran dari 20 liter tanah halus, 10 liter pupuk kandang matang halus ditambah dengan 85 gram NPK halus serta 75 gram Furadan. Untuk selanjutnya dimasukkan benih cabai yang telah direndam dahulu dalam air hangat selama 20 – 24 jam. Bibit cabe merah dapat dipindahkan ke lapangan pada umur 17 – 23 hari atau setelah tumbuh 4 helai daun. Dengan menggunakan jarak tanam 60 cm x 70 cm diperlukan benih cabai sebanyak ± 180 gram atau 18 kantong benih kemasan 10 gram.

Berbagai macam varietas cabai merah banyak tersedia di toko saprotan. Disamping cabai lokal terdapat juga cabai hibrida yang mempunyai produksi yang tinggi dengan kualitas yang baik jika dibanding dengan cabai lokal. Disamping produksi yang tinggi, jenis hibrida mempunyai daya tahan yang lebih tinggi terhadap hama penyakit tanaman, mempunyai keseragaman tanaman. Pemilihan jenis cabai yang akan diusahakan perlu dipertimbangkan dengan masalah pasar, kualitas, produksi dan lain-lain. Sebagai contoh dapat digambarkan bahwa jenis cabai merah TM 88 merupakan salah satu jenis cabai yang banyak diminati, karena disamping mempunyai kualitas relatif lebih awet jenis ini juga sangat disukai oleh restoran–restoran khususnya rumah makan sunda karena jenis ini mempunyai kulit buah yang tidak liat sehingga sangat mudah diuleg.

c. Pemasangan Mulsa

Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) merupakan salah satu teknologi baru agribisnis cabai, sebagai bentuk terobosan baru dalam upaya peningkatan produktivitas cabai. Penggunaan mulsa plastik dapat mengurangi tumbuhnya gulma, warna perak di bagian permukaan dapat memantulkan sinar matahari sehingga dapat mengurangi beberapa jenis hama, menjaga kelembaban tanah dan mengurangi pekerjaan penyiangan dan pemupukan.

Sebelum dilakukan pemasangan mulsa, bedengan dipupuk dahulu dengan pupuk buatan secara merata , diaduk dan disiram agar pupuk larut ke lapisan tanah. Setelah itu tanah dibiarkan dulu selama kurang lebih 5 hari agar pupuk tidak meracuni tanaman. Pemasangan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca panas agar dapat menutup rapat bedengan.

d. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman cabai merah mencakup kegitan penyiraman, pemasangan ajir bambu, pemupukan susulan dan perempelan tunas-tunas baru dan bunga pertama.

Penyiraman dilakukan pada tanaman muda yang baru ditanam sampai tanaman kuat. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari. Untuk selanjutnya dapat dilakukan 3 hari sekali dengan melihat kondisi lahan. Jika tersedia saluran air, penyiraman dapat dilakukan dengan mengalirkan atau memasukkan air hingga batas mulsa kemudian air dialirkan lagi keluar areal tanaman.

Pemasangan ajir bambu diperlukan untuk memperkuat tegaknya tanaman cabai terutama setelah berkembangnya tanaman dan mulai berbuah. Ajir bambu dipasang setelah tanaman berumur sekitar 1 bulan.

Pemupukan susulan dapat dilakukan setelah cabai berumur 50 hari. Hal ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, serta untuk memperbaiki pertumbuhan yang kurang memuaskan.

Perempelan tunas perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan kuat dan kokoh. Tunas yang tumbuh dibuang untuk merangsang pertumbuhan cabang yang dapat menghasilkan buah yang lebat. Hal ini dapat dilakukan hingga tanaman berumur 20 hari. Perempelan perlu dilakukan terhadap bunga pertama.

e. Penanaman

Penanaman cabai di lapangan dapat dilakukan setelah bibit cabai merah berumur 17 hari – 23 hari atau bibit telah dilengkapi dengan tumbuhnya 4 helai daun. Sebelum dipindahkan ke media tanam koker direndam dahulu dalam larutan fungisida atau bakterisida dengan dosis 0,5 gram – 1,0 gram per liter air selama 15 menit. Setelah cukup kering bibit dapat ditanam dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Bibit cabai sebaiknya ditanam pada waktu pagi atau sore hari sehingga bibit dapat dipertahankan kesegarannya.




F.. Hama dan Penyakit

Jenis-jenis hama dan penyakit yang banyak menyerang tanaman cabai antara lain :
1. kutu daun dan trips.
2. antraks atau patek yang disebabkan
3. bercak daun (Cercospora capsici),
4. keriting daun (TMV, CMVm, dan virus lainnya).


G. Panen dan Pasca Panen


Panen Cabai dataran rendah lebih cepat dipanen dibanding cabai dataran tinggi. Panen pertama cabai dataran rendah sudah dapat dilakukan pada umur 70-75 hari. Sedang di dataran tinggi panen baru dapat dimulai pada umur 4-5 bulan. Setelah panen pertama, setiap 3-4 hari sekali dilanjutkan dengan panen rutin. Biasanya pada panen pertama jumlahnya hanya sekitar 50 kg. Panen kedua naik hingga 100 kg. Selanjutnya 150, 200, 250, …, . hingga 600 kg per hektar. Setelah itu hasilnya menurun terus, sedikit demi sedikit hingga tanaman tidak produktif lagi. Tanaman cabai dapat dipanen terus-menerus hingga berumur 6-7 bulan. Cabai yang sudah berwama merah sebagaian berarti sudah dapat dipanen. Ada juga petani yang sengaja memanen cabainya pada saat masih muda (berwarna hijau). Kriteria panennya saat ukuran cabai sudah besar, tetapi masih berwama hijau penuh.


Responses

  1. Terima kasih. Paparannya sangat bermanfaat sekali bagi kami yang ingin membudidayakan cabe merah.

    • sama sama

    • sama sama mas tasroni

  2. 1. kutu daun dan trips.
    2. antraks atau patek yang disebabkan
    3. bercak daun (Cercospora capsici),
    4. keriting daun (TMV, CMVm, dan virus lainnya).
    apa nama pestisidanya ?

    • kalau semua jenis penyakit dan virunsnya jadi satu,,saya belum tahu pestisidanya pak,,,cuman kalo satu persatu,,,bapak bisa lihat aja di http://www.google.com/pestisida_cabai merah…semoga bisa membantu

  3. apakah ada cabe non organik

    • masalah organik dan enggaknya ada di perawatannya mas,,,semoga bisa membantu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: