Oleh: blackknight5675 | April 30, 2009

SAWO MANIS

Sawo
(Sapodilla (Ingg.), Manilkara achras (mill.) Fosb. (Latin))
sawo

Deskripsi:

Famili Sapotaceae. Tanaman perennial, batang berkayu keras, dengan sistem percabangan cukup rapat dapat mencapai ketinggian 20 m. Daun sawo berbentuk bulat memanjang, tumbuh menggerombol pada bagian ujung ranting. Warna daun hijau mengkilap di bagian atas dan hijau muda tua kecoklatan di bagian bawah tergantung jenisnya. Bentuk buah mulai bulat, bulat telur sampai bulat memanjang. Warna kulit buah matang coklat, coklat kekuningan, coklat kemerahan, atau hijau.

Jenis:

Sawo Manila (Manilkara zapota)
Berbentuk lonjong, daging buah cukup tebal dan banyak mengandung air. Sawo yang termasuk kelompok sawo manila :

Sawo Kulon
Buah lonjong, biji banyak, bergetah dan relatif tahan lama disimpan.

Sawo Betawi
Buah lonjong besar, tidak bergetah maupun berbiji dan rasanya manis namun kurang tahan lama disimpan karena daging buah yang lembek

Sawo Karat
Buah agak lonjong besar, kulit tebal dan kasar, berbintil-bintil kecil. Dipanen dalam stadium masih mentah, bila masak di pohon akan berkerut-kerut.

Sawo Malaysia
Buah lonjong besar dan rasanya manis.

Sawo Apel
Berbentuk bulat atau bulat telur (mirip apel), berukuran kecil hingga agak besar dan bergetah banyak. Sawo yang termasuk kelompok sawo apel :

Sawo Apel Kelapa
Buah bulat kecil, kulit tebal, bergetah, berbiji banyak dan tahan disimpan.

Sawo Apel Lilin
Buah agak besar, bulat, daging buah agak keras seperti mengandung pasir.

Sawo Duren (White Sapota (Ingg.), Casimiroa edulis La Llave (Latin))
Sawo duren memiliki aroma seperti durian. Buah bulat berukuran agak besar hingga besar, kulit buah halus dan licin, dan warna daun mirip tanaman duri

Sawo Duren Merah

Syarat Tumbuh:

Dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl. Curah hujan 2000 mm- 3000m/tahun, suhu 22 o – 32 o C, toleran terhadap naungan. Tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dengan pH 6-7.

Pembibitan:

Biji
Pembibitan asal biji memerlukan waktu yang lama hingga siap tanam. Selain itu tanaman yang berasal dari biji mulai berbunga pada umur sekitar 6-10 tahun.

Penyambungan
Praktek penyambungan tanaman sawo masih jarang dilakukan, namun dilaporkan penyambungan sawo dengan batang bawah melali/bassi menunjukkan kecocokan namun kurang berhasil dalam produksi buah. Mulai berbunga pada umur 4-6 tahun.

Pencangkokan
Pencangkokan banyak dilakukan oleh para penangkar bibit tanaman buah-buahan. Bibit asal cangkokan dapat mulai berbuah pada umur kurang dari setahun.

Hama dan Penyakit:

Lalat buah (Dacus dorsalis) dapat menyebabkan kerusakan pada buah

Kutu bubuk dan Aphid nerusak daun, pucuk, bunga dan buah muda.

Penyakit jambu (Corticium salmonicolor) mematikan cabang yang terserang

Penyakit bercak daun (Phaeopheospora indica)


Responses

  1. banyak sekali jenis sawonya..

    • ya emng itu jenisnyaaa…..maw bgaimana lagi….hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: